Novel
Buku ini berisi 47 puisi karya Mutia Sukma yang dibuat antara tahun 2008-2018. Aku menjalankan peta nasibkuKau rupanya yang menentuka tujuanAku menguasai ilmu pengetahuan, peta dunia dan buku-bukuTapi kau lebih paham segalanyaAkulah pembuka lahan di daratan kering,Memangkas rumput dan membakar rantingDan menjadi pemilik atas wilayah temuanTapi ternyata, engkaulah penguasanyaDengan anggur dan ki…
Tanpa terasa, tiba-tiba saja kalender sudah belasan kali berganti. Kepala baru tersadar ketika seorang kawan, Mahfud Ikhwan, memaksa, âAku akan nunggu buku Muram Batu, apa pun itu, ha ha.... Bukannya kau sudah menang di sana-sini, to? Kau cuma telat kirim bukumu saja itu, ha ha â¦â Sejak 2001, tepatnya September, ketika Majalah Sastra Horison berani mempublikasikan karyaku, memang…
Keputusasaan adalah bagian dari diri manusia, dan pikiran-pikiran liar, yang kemudian menjadi cerita-cerita absurd dan tragis, muncul dari keputusasaan itu. Begitulah cerita-cerita di dalam buku ini muncul. Buku ini membuat pembacanya terbahak-bahak di rumah duka, tergila-tergila kepada benda mati, lalu sampai pada titik jenuh sebagai seorang manusia.